Halaman

Love Myspace Comments

Selasa, 07 Februari 2012

klik disni

Menata Indonesia Dengan Cinta

MENATA INDONESIA DENGAN CINTA

 

        Untuk menata negeri ini menjadi lebih cerah untuk kedepanya haruslah kita memiliki rasa cinta dan sayang terhadap negara tanah air kita. Yaitu negara indonesia. Apabila rasa cinta telah mengalir dan tertanam dalam diri kita, maka kemudian akan muncul ide-ide ataupun gagasan dan kritikan kreatif yang bersifat konstruktif terhadap negara yang kaya akan sumber daya.

          Saya mencoba merefleksi kembali dengan melihat kondisi dan fenomena-fenomena yang terjadi di negara indonesia ini mulai dari pasca orde lama , orde baru sampai sekarang orde reformasi. Ternyata indonesia termaksud negara negara yang gagal di dunia. Dari pernyataan saya ini bisa membuat masyarakat semakin antusias dan berfokus dalam menata kondisi indonesia sekarang ini, lebih-lebih bagi pejabat yang menjalankan kebijakan-kebijakan pemerintah. Ada beberapa catatan penting kenapa saya mengatakan bahwa indonesia adalah negara yang gagal. Pertama bahwa negara tidak bisa memberikan keamanan dan juga kesejahteraan bagi rakyatnya. Kedua negara tidak bisa memberikan perlindungan yang adil kepada rakyatnya. Ketiga negara tidak bisa menyediakan lapangan kerja yang memadai bagi rakyatnya . keempat negara tidak bisa memberikan pendidikan yang bisa mencerdaskan rakyatnya.

          Parameter-parameter inilah yang menjadi landasan saya sehingga mengatakan bahwa negara kita adalah negara yang gagal. Indonesia telah merdeka selama 60 tahun tetapi targetnya belum bisa tercapai, saya akan sedikit mengutik kata Jhon Lock yang mengatakan bahwa “negara dibuat untuk menjalankan keadilan. Inilah yang tidak di nikmati oleh masyarakat secara luas karena memang negara tidak menjalankan tugas dan fungsi, kalau kita amati lebih dalam, kegagaln negara tidak terjadi begitu saja ini adalah akibat dari sebab yang hadir lebih dulu. Saya melihat bahwa masalah itu terkait dengan masalah kebersamaan dan hak asasi manusia. Inilah yang kemudian kalau di hadapkan antara kebersamaan dan individualitas sering memunculkan kontra indikasi dan pertentangan-pertentangan. Kedua hal inilah yang menjadi masalah bagi siapa pun juga yang di beri amanah untuk mengurus negara ini, saya melihat dari segala aspek dari kelemahan negara kita, sehingga kesimpulan yang di ambil bahwa semua elemen-elemen dalam negeri ini yang menjadi masalah. Inilah yang kemudian menjadi penyebab kenapa setiap pemimpin kita tidak bisa menyelesaikan masalah dengan baik, karena semua menjadi masalah sehingga menemukan banyak kesulitan harus mulai dari mana untuk mencari solusi dari permasalahan-permaslahan  bangsa.

          Tapi inilah negara indonesia, individunya selalu saja sibuk dengan kegagalan terlebih dengan pelaku utama membuat kegagalan itu merupakan individu yang menjadi lawan mereka, padahal individu-individu ini berada di naungan yang sama yaitu bangsa indonesia.  Selain itu untuk menata indonesia ke arah yang  lebih baik maka haruslah pemerintah merancang aturan-aturan yang menjadi dasar kehidupan, rakyat indonesia serta program-program kerja yang sesuai dengan kondisi yang di alami oleh rakyat bangsa indonesia saat ini dan selain itu, kepentingan untuk memperkaya diri alangkah sebaiknya jauh-jauh di hindari oleh para aktor-aktor atau pejabat negara.

           Jadi, untuk menata indonesia kembali perlu peran rakyat dan pemuda untuk memonitor dan memberikan ide-ide terbaru sehingga dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah tang tidak memiliki niai untuk membangun bangsa ini yang karena perabn pemuda sudah terbukti dari catatan sejarah perubahan alur kebangsaan, radikalisme selalu mewarnai kaum muda dalam mengekspresikan nasonalisme, keradikalannya di mulai sejak penculikan bung karno yang memaksanya memproklamirkan kemerdekaan republik indonesia pada tanggal 17 agustus 1945. Beralihnya rezim dari orde lama ke orde baru juga di warnai oleh kadikalisme dari kaum muda yang turun ke jalan di bawah bendera kesatuan aksi mahasiswa indonesia menuntut soekarno.

          Ekspresi kecintaan yang radikal terhadap bangsa dan tanah air oleh pemuda di era globalisasi sekarang ini, tidak lagi sesuai dengan zamannya. Para kolonialis tidak lagi mondar-mandir di tanah air kita membawa senjata untuk mengesploitasi sumber daya alam negeri yang kita cintai ini yang penuh kaya raya. Bukan berarti radikalisme tidak lagi mempunyai tempat, malah ia di butuhkan dalam momen-momen tertentu, akan tetapi radikalisme perlu di imbangi dengan rasionalitas. Di era sekarang bangsa kita di jajah bukan saja secar poliitik akan tetapi secara budaya juga. Inilah yang harus di lawan dengan rasionalisme dan sangat kurang pas bila kita menghadapi dengan cara-cara radikal.

          Untuk itu mempertahankan nasionalisme di era moderen ini , harus di bangun dengan menggali nilai-nilai budaya dan keagamaan. Generasi muda perlu memeahami dan mengetahiu secara mendalam sejarah bangsa kita ,  bangsa indonesia tampa pemahaman kebudayaan dan keagamaan , yang mendalam itu maka bangsa kita akan menjadi bangsa yang tidak punya sejarah dan budaya, dan juga terombang-ambing oleh gelombang arus globalisasi. Logikanya sangat sederhana bagaiman generasi muda penerus cita-cita bangsa mempertahankan nilai budaya dan keagamaan, bila pemuda tidak memahami budaya dan agama yang di anut maka untuk itu mari kita mempelajari secar mendalam nilai-nilai budaya dan agam kebangsaan, tidak bisa di tawar-tawar lagi dan menjadi suatu kewajiban bersama. Inilah tugas berat di tengah lunturnya paham kebangsaan yang di terjang oleh tatanan globalisasi

          Jadi, harapan sekaligus akhir kata dari saya untuk menata negeri ini menjadi lebih baik untuk kedepannya, bagi pemerintah agar memberikan ruang gerak serta memfungsikan peran pemuda untuk memonitor dan memberikan ide-ide terbaru. Dan untuk para wakil rakyat, aspirasi rakyat atau pemuda jangan hanya di dengarkan saja tetapi harus di sampaikan dan di respon dengan baik.
Animated Pictures Myspace Comments
Animated Pictures Myspace Comments

Pengikut